Page 16 - Pola kehidupan Masyakarat Pengrajin Anyaman Di Tasikmalaya

Basic HTML Version

...
4
Dari berbagai jenis masyarakat tersebut dalam penelitian ini di–
khususkan untuk meneliti salah satu kelompok masyarakat di daerah
Tasikmalaya, yang mata pencahariannya sebagai pengrajin anyaman.
Sasaran pokok penelitian ini ialah mengumpulkan informasi tentang
pola kehidupan masyarakat pengrajin anyaman di daerah tersebut,
khususnya tentang kehidupan masyarakat pengrajin anyaman tikar men–
dong dan pengrajin anyaman bambu.
1.2 Pembatasan Masalah
Kerajinan yang diusahakan oleh masyarakat di daerah Tasik–
malaya banyak macamnya, seperti kerajinan payung, kain batik, alat–
alat penangkap ikan, anyaman tikar, anyaman bambu. Anyaman bambu
dapat dibedakan antara anyaman bambu halus dan anyaman bambu
kasar. Anyaman bambu halus menghasilkan barang-barang, antara lain
tas, kipas, topi , alas piring, alas gelas, barang-barang hiasan dinding.
Anyaman bambu kasar menghasilkan barang-barang keperluan rumah
tangga atau alat-alat dapur, seperti
nyiru
(tampi),
boboko
(bakul nasi),
ayakan
(tapisan),
bilik
(dinding),
tolombong
(semacam wadah untuk me–
nyimpan beras, padi atau benda-benda lainnya),
hihid
(kipas),
giribig
(alat untuk menjemur padi). Dalam penelitian kali ini dibatasi hanya
meneliti pola kehidupan masyarakat pengrajin anyaman bambu halus
di Desa Sukamaju Kaler, Kecamatan lndihiang dan kehidupan ·masya–
rakat pengrajin anyaman tikar mendong di Desa Awipari, Kecamatan
Cibeureum, Kabupaten Tasikmalaya.
Alasan diambilnya pengrajin anyaman bambu dan tikar mendong
dalam penelitian ini didasarkan atas sifat homogenitas masyarakat
pengrajin, baik da lam kehidupan sehari-hari , maupun dalam sistem
pengolahan bahan, peralatan, sistem pemasaran, dan organisasinya.
Demikian pula di dalam menentukan daerah penelitian didasarkan
bahwa di Desa Sukamaju Kaler membuat anyaman bambu dan menye–
diakan bahan-bahan baku anyaman merupakan mata pencaharian yang
penting bagi sebagian besar penduduknya. Sedangkan Desa Awipari
merupakan daerah penghasil tikar mendong terbesar di daerah Tasik–
malaya, dan sebagian besar penduduknya
(90o/o)
mengusahakan tikar,
baik sebagai mata pencaharian pokok maupun sebagai mata pencahari–
an tambahan, serta banyak penduduk mengusahakan bahan bakunya,
yaitu dengan menanami sawahnya dengan tanaman mendong.
Hak Akses Publikasi Online:
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia